Program mbatik di sekolah menyasar 40 satuan pendidikan dengan pendampingan langsung perajin Kampung Batik Jetis.
Sebanyak 40 sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Sidoarjo memulai muatan lokal membatik tulis pada tahun ajaran ini. Materi disusun bersama perajin Kampung Batik Jetis dengan penekanan pada tiga motif pusaka: Abangan, Beras Utah, dan Kembang Bayem.
Setiap sekolah mendapat pendampingan enam pertemuan, termasuk satu kunjungan langsung ke dapur canting di Jetis. Perajin menerima honor pendamping sehingga transfer pengetahuan berjalan dua arah dan berkelanjutan secara ekonomi.
Evaluasi tahap awal menunjukkan peningkatan minat siswa pada praktik pewarnaan alami. Dokumentasi karya siswa akan dipamerkan pada Pekan Heritage akhir tahun.
Artikel Terkait
- ProgramRevitalisasi Koridor Kota Lama Masuk Tahap KeduaPemugaran fasad indis di sepanjang Kali Mas dilanjutkan dengan penataan pedestrian dan papan interpretasi dua bahasa.
- DestinasiRute Susur Air Tambak Kalanganyar Dibuka ResmiRute perahu 2,4 kilometer menghubungkan sentra kuliner, dermaga, dan petak bandeng tradisional dengan pemandu nelayan lokal.
- RisetCandi Pari Dipetakan Ulang Secara DigitalPemindaian tiga dimensi menghasilkan basis data kondisi bata merah sebagai acuan konservasi lima tahun ke depan.